Selasa, 14 November 2017

Purnama Rindu


Sudut sepi, kala itu ...

Kembali aku merindukanmu
Membiarkan angin malam pembawa rindu, menusukku
Menancap disuatu sisi kosong yang kunamai hati
Berputar mengelilingi ruangan seperti roda gigi

Kubangan hening yang terbentuk,
Membawa Aku berlaut tak berarah
Menyesatkan Aku tanpa nahkoda, diiringi arus rindu yang terus menerjang


Kamar sunyiku, yang hanya Aku
Membawa Aku terbang ke dalam khayal tinggi
Membawa Aku yang tanpa sayap, berkelana ke sebuah negeri tanpa penghuni
Dan dikeheningan itu,
Bayanganmu lah yang hadir di bibir ilusiku
Suara indahmu lah yang mengalun semu, di pucuk telingaku

Nada nada, berdansa tak tersirat
Berlomba mengartikan kata rindu yang menyesak
Dari Purnama kepada Surya,
Dia kepada Dirinya,

Aku kepada Kamu.

Dan Malam pun telah berkata sama
Purnamanya merindukan cahaya
Purnamanya merindukan dirinya
Purnamanya merindukan sosok-'nya'

Tiap malam,
Purnamanya menyongsong berat rindu
Tiap malam,
Purnamanya menahan berat rindu

Purnamanya selalu merindu
Ditemani gundah, resah dan gelisah
Namun ia tetap merindu,
Hingga sosoknya hadir dan bersedia membangun kisah