Jumat, 08 Desember 2017

Kelemahanku Adalah Aku Yang Tak Pintar


Aku tidak tahu bagaimana mengawalinya,
dan seperti apa aku harus memulainya
Karena yang dapat kupahami dari segala kisah yang menyedihkan ini,
hanyalah fakta bila saat ini aku sedang sendiri

Seandainya kau sempat mendengar hal lainnya, seperti;
Aku yang kini memilih untuk tak berhenti, atau
Aku yang kadang memilih menunggu tanpa pasti
Akan aku beritahu padamu,
Itulah fakta lain dariku yang menunjukkan sisi kelemahan diri
Aku tidak ingin menganggap bila kali ini aku bodoh,
Dan aku juga tidak ingin menganggap,
Pilihanku dalam memilihmu adalah suatu tindakan yang salah

Karena kau tau sendiri kan,
Aku hanya sedikit kurang pintar?
Persis seperti yang dulu pernah kau katakan,
Kelemahanku adalah ketidakpintaranku,
dan kekuranganku adalah sedikit dari kelemahanku
Aku akui, bila memang aku yang lemah
Dan aku akui, bila sisi lemah itulah yang menjadi tonggak kesalahanku

Aku memang lemah dalam menjaga milikku,
Hingga mampu membuat hatinya yang rentan menjadi begitu patah
Aku memang lemah karena gagal mengikatmu,
Hingga kini kau memilih pergi,
Meninggalkan aku, dengan sembilu yang mengabadi
Dan aku, si lemah ini
Sekarang hanya bisa merawatmu dari sini
Dari sepersekian meter jarak yang mengundang spasi
Sisi tengah kosong yang tanpa penghuni
Diantara aku kamu,
Yang lambat laun kini tercipta dia

Apa kau pernah membayangkan, bagaimana sesaknya
Melihat tawamu lepas untuknya?
Melihat senyummu terarah padanya?
Melihat bola matamu berbinar karenanya?

Sakit.
Itu yang aku rasa.
Pahamkah dirimu tanpa harus kali ini mencoba sisi pahit
Pun tanpa harus mengalami sisi pedih yang terlampau menyiksa
Itu,
Kau tahu, aku masih mencoba menjagamu
Melindungimu agar kau tak kembali terluka, sehingga yang aku bisa lihat hanyalah senyum indah yang mengukir di balik bibir manismu
Itu,
Kau tahu, aku masih mencoba menjagamu
Merawatmu dari jarak ini, memperhatikanmu dari arah sini
Hanya untuk melihat matamu yang sesekali menyipit karena kau tengah tertawa dengan seseorang yang ternyata,
bukanlah aku

Bila ingin tahu,
Aku tidak pernah berharap untuk menjadi seperti bintang jatuh
Meskipun kali ini aku mirip seperti bintang yang bersamamu dari sisi terjauh

Aku mungkin bisa saja menjatuhkan diri
Dengan memilih bertahan menyayangimu disini, sendiri,
Tapi yang perlu kau ketahui lagi, tentang aku yang memendam segalanya sendiri
Kenyataan bahwa, diriku mungkin memang lemah, namun bukan berarti aku rela hancur karena telah jatuh mencintaimu seorang diri